Angin Fasifik di Tembok Besar Cina (2)

Telah 2 hari ia mengunci diri di kamar itu. Ibunya setiap saat mengetuk pintu dan memintanya makan. Namun yang terdengar adalah suara erangan dan tangisan yang tidak henti-hentinya, “Bohooong…” ia kembali menimpali. “keluarlah nak, ayo makan, nanti kamu sakit, maafkan ibu, bukan maksud ibu menceritakannya padamu, maafkan ibu nak”, suara ibu terdengar pelan merajuk memintanya memahami. “Ibu sama aja, pembohong, aku tidak percaya lagi, semuanya pembohong” teriaknya kembali. “Apakah kamu tidak lapar nak, ayo sini, ibu sudah buatin sambel kesukaanmu, ayo dimas, anak ibu yang paling baik, istigfar nak, ingat apa yang ibu dan ayah ajarkan selama ini, bukankah Allah menyukai orang yang sabar…ini cobaan bagi keluarga kita dimas, kenapa tidak bisa menerima kenyataan ini, ayo nak…!”, Ibunya tidak henti-hentinya memahamkan anaknya yang tidak mampu berpikir lebih dewasa. “ Berisiiiiikkkk…dimas g’ dengar…pergiiii…aku juga punya makanan, g’ perlu dari ibu”. Ternyata untuk mengganjal perutnya selama ini, ia cuma memakan roti yang dibelinya waktu pulang kerumah saat kejadian itu.

Esoknya barulah ia mau keluar dan langsung mencari makanan dan tidak mau memakan-makanan yang di suguhkan ibunya.

Semenjak itulah, semua sifatnya berubah, ia tidak mampu menerima semua kenyataan yang ada. Ia tidak bisa percaya, orang tua yang selalu memberikan keteladanan baginya, selalu berujar kebaikan dan menyemangatinya untuk menjadi orang yang lebih baik dari waktu ke waktu, ternyata berpisah. Ayah yang selalu memberi contoh kepadanya ternyata pembohong. Ibupun dipandangannya sama saja. Kenyataan yang di alaminya melebihi kapasitas pemahamannya sehingga kekecewaan yang mendalamlah yang ia rasakan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s