Apakah mereka masih mengenal Tuhan?

pengemis-daelemBangsa yang besar, kenapa berada dalam keadaan dilema. Ataukah apa yang kita lihat adalah bagian kecil saja namun kelihatan general terjadi dimana-mana. Fyuuhhh, boleh rasanya kita iri kepada bangsa lain yang untuk masalah-masalah tentang kependudukan, ekonomi, kompetitif warganya, bagaimana masa depan anak-anak mereka, mereka telah selesai dengan itu. Sekarang mereka sudah berada pada tahap untuk melakukan inovasi, penemuan dan fokus pada ekspansi. Sementara bangsa kita masih berkutat pada masalah yang sampai sekarang belum ada penyelesaian yang tuntas. Menyedihkan bangsa ini.

Semua orang kelihatan pintar untuk menyelesaikan apapun, mereka berdebat ini itu, apa yang kemudian kita lihat di pemberitaan adalah intrik-intrik dan wacana-wacana diskusi yang tidak kongkrit. Hanya bersifat klise dan pembelaan terhadap apa yang sebenarnya tidak mereka lakukan. Benar-benar menyebalkan. Setiap orang memberikan solusi, tapi hanya pada tataran omongan saja, eksekusinya nol besar. Lalu ketika ditanya apakah mereka sudah berkontribusi untuk bangsa, mereka bilang sudah. Sebuah jawaban yang tidak jujur sama sekali.

Apakah kami tidak boleh menuntut?

Apakah kami tidak boleh mengkritik?

Logikanya gini, ketika mereka sudah menyanggupi untuk berada disana, di pemerintahan, di DPR atau lembaga pemerintahan lain, berarti asumsi kita secara kompetensi mereka sudah ada. Nah sekarang ketika dihadapkan pada hal-hal yang ini itu, mereka bilang itu susah, tidak gampang. Nah lho, kalau tidak sanggup ya bilang dari awal, udah terima gaji besar, hanya bisa ngomong doang. Itulah kebanyakan orang yang kita lihat. Kita berhak untuk menuntut dan mengkritik mereka, tentu saja.

Coba kita jalan-jalan di kota-kota besar, ibukota provinsi paling tidak. Apa fenomena dijalan yang kita temukan. Siapa yang sering berada di pinggir jalan raya itu. Iya mereka, peminta-minta, anak-anak jalanan. Sungguh fragmen yang membuat miris.

Bayangkan, di negara ini belum ada solusi kongkrit menyelesaikan masalah ini, sementara UUD 1945 yang kita agung-agungkan itu telah menegaskan dengan jelas bahwa anak terlantar itu adalah tanggung jawab Negara, ataukah itu hanya symbol saja.

Apakah mereka yang dijalan masih percaya dengan Tuhan? Kalau mereka tidak percaya kepada Tuhan, kepada siapa lagi mereka percaya, kepada pemerintah? Mungkinkah. Apakah mereka mengetahui Tuhan itu ada, apakah mereka pernah berdoa dan yakin bahwa ada Tuhan yang sedang menunggu bulir-bulir uap doa dari rintihan-rintihan nafas mereka yang tergerus setiap harinya, ataukah mereka tidak tahu sama sekali.

Oh, betapa nestapa mereka sungguh berat.  Bahkan untuk mengucapkan secarik doa pun mereka tidak ingat. Lalu kepada siapa lagi. Semoga Tuhan mengulurkan pertolongannya melalui tangan-tangan manusia yang masih peduli, yang mengetahui bahwa mereka harus berbagi, yang mengetahui mereka tidak hanya cukup untuk berempati tapi mereka bergerak untuk memberi.

Sementara labirin kehidupan pemerintah bangsa ini masih berliku, butuh orang yang kongkrit disana, meskipun usahanya kecil namun berkelanjutan itu sudah cukup memberikan siraman segar untuk tumbuhnya pengharapan dan masa depan yang lebih baik bagi bangsa ini. Butuh orang-orang tersebut, orang-orang yang telah selesai dengan dirinya, tidak ada ambisi pribadi atau kelompok sama sekali. Mereka berbicara dan bertindak atas nama Tuhan dan ikhlas karena-Nya.

Yakinlah, generasi tersebut akan hadir di bangsa ini, semoga tidak lama lagi. Dan percayalah, Tuhan selalu mengabulkan doa hambanya yang sungguh-sungguh berubah dan selalu menyerahkan urusan terbaik hanya kepada-Nya semata. Tapi kita juga wajib bertanya, apakah mereka yang melakukan penyelewengan di pemerintah itu percaya dengan adanya Tuhan?, ah, entahlah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s