Hidup diatas hidup

Saya atau anda mungkin pernah mengalami apa yang kita sebut dengan rasa “iri”. Kenapa dalam tanda kutip, karena iri dalam konteks ini adalah iri yang positif, iri yang membuat kita untuk terpacu menjadi lebih baik dengan melihat capain orang lain yang luar biasa.

Saya dikelilingi oleh orang2 hebat, yang didalam tulisan sebelumnya, saya sebut mereka seolah2 menghukum saya dengan capain yang mereka dapatkan. Istilah kerennya mupeng (muka pengen). Saya terkagum2 dengan capain yang mereka peroleh, sementara saya lebih banyak berkutat pada diri sendiri, egois dengan sendiri dan pada momen tertentu saya  berpikir “is this the life that i want?” #kemudianhening.

Apa yang telah saya kontribusikan kepada orang lain, apakah umur yang sebanyak ini jumlahnya sudahkah saya bermanfaat pada orang lain, sudahkah saya menginspirasi orang lain, sudahkah berbuat banyak untuk orang lain. Pertanyaan2 ini sungguh menyayat hati dan lukanya semakin dalam takut tak terobati. Lukanya bak disayat sembilu, perih seperti perihnya daging ayam terakhir yang disisain, tapi diambil ama kucing. Perih seperti mati lampu saat arsenal lagi main bola. Tau kan rasanya gimana?.

Saya berani menjawab belum, tapi kapan? #selftalk. Hidup ini hambar tanpa nilai manfaat yang kita berikan pada orang lain.

Mungkin, mereka pada momen tertentu pernah mengalami hal serupa, bertanya dan merenung, kenapa ya?. Dan dari perenungan itulah, mereka berani berjalan, mengambil tindakan, bergerak dan fokus. Hidup itu adalah soal berjuang, yang mana perjuangan tidak mengenal pitstop, pitstopnya nanti, di akherat kelak. Kalau misinya sudah benar dan kemauan yang juga membuncah, hal itulah yang membuat mereka bisa menghasilkan karya yang tak satupun orang bisa mencapainya.

Ketika sudah punya niat dan diikuti dengan perjuangan yang tidak henti, jadilah Allah memilih orang-orang itu untuk mengemban amanah menjadi inspirasi bagi orang lain. Apakah mereka berkeluh kesah dengan dirinya pada awal dulu? Tentu saja, apakah mereka pernah mengalami penderitaan dalam perjuangan itu, pasti. Tapi kenapa mereka sukses, karena niatnya benar, skalanya global, dibarengi dengan determinasi yang luarbiasa besar. Pantang menyerah dan fokus. Bermimpi besar. Perjuangan besar.

Sementaran kalau kita cuma skala niatnya kecil, usaha juga kurang, determinasi lemah, selamanya kita akan jadi pengagum saja.

Mereka adalah kusir bagi kereta kuda mereka sendiri dan nakhoda bagi kapal mereka menuju pulau impian.

Dan alhamdulillah mereka ada dikeliling saya, setiap derap prestasinya saya bisa amati dan persuasikan. Dan tekad itu semakin bulat. Bahwa hidup jangan seadanya, lewatilah jalan yang tidak semua orang bisa melewatinya. Jangan hidup sekedar hidup. Tapi hiduplah diatas hidup.

Dentang jam terus berbunyi pagi ini. Yuk ah bergerak.

Monday morning

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s