Terkesima

Hari itu, minggu, diantara ribuan orang yang lalu lalang dijalanan itu, dia sedang membawakan jajanan makanan untuk dijual. Dia dengan temannya. Tapi sang laki laki tidak sengaja memandangi sosok dia yang sedang berjualan entah untuk apa, apakah untuk dia berbisnis ataukah untuk pendanaan sebuah acara. Ah, sang laki laki ini ingin membeli untuk membantu, tapi dia memutuskan tidak jadi, takut itu adalah hasrat nafsunya yang berbicara untuk lanjut berkenalan. Laki laki ini menghentikan pikiran itu dan berlalu dengan pikiran yang masih menggelayut tentang dia yang wajah dan rupanya telah memudar dipikirannya, perlahan. Namun menariknya, saat itu, detik itu, ditempat itu, laki laki ini terkesima. Dan tanpa sengaja dia berharap untuk bertemu, di kondisi yang berbeda. Tapi entahlah….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s