Hujan di Senja kala Jakarta

Hari ini, jakarta menumpahkan rasanya, semburat hujan jatuh pada jalan2 aspal dan secara langsung menggugurkan debu debu dan asap polusi kebawah.

Jakarta dengan hujan rinainya memberikan seperti sebuah makna, tentang rasa rindu dengan kesejukan, ya, itu tentang kerinduan.

Dan hujan adalah saat dimana doa mustajab untuk dikabulkan. Doa tentang seseorang yang entah dimana, tapi dirindui.

Dan mungkin sekarang sudah ditemukan, tapi entahlah. Apakah dia mau?

Dalam Islam ada yang dinamakan taaruf. Mungkin jalan itu satu satunya untuk mengungkapkan rasa, untuk kemudian menyempurnakan dien.

Tapi entahlah, Jakarta kadang berbeda. Setiap detiknya.

Mungkin sekarang adalah masa nya berdoa, agar sang yang dirindui tidak lepas ke singgasana yang lain. Dan mungkin tidak akan, karena mungkin dialah sebagai tulang rusuk yang hilang itu. Wallahualam.

Rainy day, trip to home

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s