Lead people

Banyak sumber ilmu yang bisa kita dapatkan dari berbagai macam cerita hidup dan riset, mulai dari filosof ilmu kepemimpinan seperti Anthony Robbins, John C maxwell, Peter Senge, dan banyak lainnya, atau dari kalangan praktisi seperti Jack Welch, Donald Trump, Jack Ma, Steve Jobs, lokal praktisi, Sudirman Said, Sandiaga Uno, Darwin Silalahi, Handry Satriago, dari kalangan akademisi lokal seperti Rhenald Kasali, Anis Baswedan dan sebagainya. Bahkan ada juga dari kalangan ustad seperti Aa Gym, Yusuf Mansur, Zacky Mirza dan banyak ustad lainnya.

Bahwa memimpin itu, adalah soal mengarahkan, menginspirasikan, dan merapatkan antar personal untuk mencapai suatu tujuan.

Pertanyaan mendasar ketika kita telah sanggup memimpin sekian banyak orang, apakah sebenarnya yang dilakukan oleh pemimpin itu pada awalnya, apakah dia merupakan finished good yang simsalabim langsung jadi, atau ada proses pembentukan disitu, peleburan antara kemampuan knowledge dan motivasi diri untuk menciptakan peluang dan kesempatan, tentu pemimpin itu pasti hasil dari tempaan, hasil dari makna yang dirangkai dalam setiap cobaan yang dihadapi disepanjang rantai pengalamannya.

Artinya, pemimpin itu harus menyelesaikan dirinya dulu, baru dia tau cara menyelesaikan orang lain. Bagaimana bisa menyelesaikan team, kalau dari diri dia sendiri belum mengetahui makna seorang pemimpin.

Pun ketika Natsir, Hatta, Soekarno, Tan Malaka, Agus Salim, Buya Hamka (kecuali soekarno, semuanya orang awak euy, urang minang, bangganyo lai ~ kembali ke topik awal) menginspirasi bangsa ini untuk terus bergiat, menyempurnakan ikhtiar, untuk merdeka, mereka telah siap dengan dirinya, dan kita bisa baca dimasing2 buku biografi orang orang tersebut, apa yang telah mereka lakukan untuk memantaskan diri mereka untuk kemudian memimpin bangsa ini, dibuang, disiksa, dikucilkan, kerja paksa, oh kita akan menjadi sangat kecil, bagaikan partikel dalam rangkaian biomedik kita (naon)..

Kemudian bagaimana kita lihat pemimpin perjuangan kebebasan Islam, As-Syahid Syeikh Ahmad Yassin dan As-Syahid Dr.Rantisi, memperjuangkan kedaulatan palestina kita tercinta, dan para Syahid lainnya yang tercatat dilangit saja, tentu perjuangan mereka membuat kita merinding, ada rasa sendu., gemetar didada dan kita bisa merasa kegigilan itu, mengenang langkah derap mereka, mereka memilin apache sabagai sarana syahid, bukankah itu suatu kenikmatan yang agung. Bahkan mereka bukan meninggal, mereka hidup di Sisi Allah Azza Wa Jalla.

Nah, membaca kisah pemimpin yang tidak hanya jadi pemimpin, tapi dia mampu menjadi cahaya penyinar, dengan karyanya, adalah cita cita bagi setiap laki laki didunia.

Dan saya sedang menapaki jalan itu, memimpin team, mencapai prestasi dengan mensinergikan kekuatan.

Orang orang diatas itulah yang wajib dan mesti diteladani, karena lead people bukan memimpin sekumpulan orang saja, tapi memimpin personal antar manusia yang pasti unik dan berbeda. Dan memimpin dengan teladan itulah yang harus dilakukan.

Dan soal memimpin, baiknya kita memulai menerapkan kepemimpinan yang baik dalam rumah tangga kita.

Nah, berbicara soal rumah tangga, kapan ya? Ya Allah, kuatkanlah. UUI (Ujung ujungnya itu)

~in early morning, smiling wind.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s