Pemimpin berdiskusi

Dimata anggota team, pemimpin adalah pioner, pemimpin adalah individu yang melindungi, memberikan arahan, menjembatani, mereka memiliki ekspektasi, dan dalam kerangka hubungan harian, dalam setiap rangkaian interaksi, mereka akan melakukan penilaian, yang kadang penilaian tersebut bukan secara sadar ingin dilakukan, tapi pikiran seseorang merupakan sebuah lapangan luas tanpa batas, pikiran itulah yang berlari untuk menemukan apa yang perlu direkam.

Lalu bagaimana seorang pemimpin bisa memenuhi ekspektasi…

Langkah paling tepat adalah berdiskusi. Bertanya. Bagi saya, seorang pemimpin bukanlah superhero yang tau segalanya, dia juga bukan malaikat yang selalu benar tapi bukan juga syetan yang selalu salah, pemimpin bukanlah palugasa (apa yang lu minta gw bisa), pemimpin pasti memiliki kelemahan, apakah secara sadar atau tidak dilakukan. Saya pun kalau diminta melakukan pekerjaan mendetail, belum tentu saya bisa melakukan lebih baik dari yang team saya lakukan. Tapi yang harus diingat, ketika dulu menjadi anggota team, kita harus menjadi anggota yang baik, karena itu adalah modal dasar menjadi pemimpin yang baik. Dan logika berpikir kerjaan itulah yang harus dipahami dengan sangat baik oleh pemimpin.

Persepsi dan penilaian lahir dari komunikasi yang tidak seimbang. Tidak ada proses bertukar pikiran disitu, sehingga melahirkan penilaian yang kurang seimbang. Padahal jika dikomunikasikan, sebenarnya bukan hal yang besar.

Untuk menjembatani ekspektasi, maka berdiskusi adalah sarana untuk mengklarifikasi, apa yang kemudian menjadi harapan dari team. Menurut saya itulah yang harus dilakukan oleh pemimpin. Berdiskusi akan membuat kita menjadi lebih mengenal, karena tidak selalu hirarki adalah segalanya, tapi memenuhi ekspektasi dari team mungkin adalah kebutuhan mendasar bagi mereka, sehingga mereka bisa berujar, okey gw ikutin lu, gw suka gaya lo…gw akan kerja buat lu, gw akan ngasih segalanya buat lo…ah lebay…haha

Tugas utama pemimpin menstandarkan dirinya untuk kemudian bisa menjadi teladan, bisa menjadi bapak, walaupun usia masih muda, bisa menjadi teman untuk berkeluh kesah mengenai kerjaan. Dari situ, dari obrolan sederhana itu, kita jadi tahu, bahwa kita harus seperti ini dan itu, sehingga team mau bekerja pada usaha maksimal yang bisa mereka lakukan.

Jadi pemimpin berdiskusi menurut saya adalah gaya kepemimpinan kontemporer, dan saya pun langsung teringat Pak Ridwan Kamil, ya, pemimpin bandung itu, yang suatu saat akan melegenda. He is rock and he is one of my role model.

*Pagi rabu yang sejuk, dalam cahaya temaram

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s