Hibernasi

Melanjutkan sesi dengan tema marathon atau jogging. Pagi ini kembali menikmati car free day di minggu pagi jakarta. Tak serupa dengan minggu lalu yang saya dan adik saya bisa mencapai batas maksimal karena waktu itu bersama dengan sebuah rombongan taruna. Tapi hari ini kami lari disepanjang jalan dan menemui rombongan kecil, beberapa orang saja, dan ritme mereka pun tak serupa. Jadi bingung untuk mengikuti ritme yang mana. Akhirnya kami berlari dengan ritme kami sendiri. Memang terasa berat, lebih berat dari biasa, tapi pikiran saya set untuk bisa mencapai target tertentu.

Saya paksalah tubuh ini untuk bergerak, saya lecut dengan pikiran saya, kamu bisa, walaupun adik saya sudah merasa keletihan yang sangat. Keluar dari topik sedikit, adik saya ini fisiknya memang lebih kuat dari saya, tapi itu dulu, di CFD yang beberapa minggu yang lalu, cukup jumawa adik saya ini menertawakan saya, karena saya yang fisiknya sangat lemah karena jarang diolahragakan. Sementara dia sudah terbiasa lari. Lari dari masalah, haha. Dari minggu lalu saya sudah mengalahkan dia secara fisik, dan minggu ini pembuktian yang lebih kentara. Biasanya saya yang minta berhenti, sekarang dia yang minta berhenti duluan. Oke dari situ saya sudah menang.

Melanjutkan hal sebelumnya, kami berlari dengan ritme kami sendiri, dan ternyata memang menjaga semangat dan pikiran dengan kita yang team kecil, terasa lebih berat dari biasanya. Dan akhirnya pun, hari ini, untuk etape pertama, saya tidak memenuhi target seperti minggu lalu, fyuhh. Tapi untuk keseluruhan etape, minggu lalu adalah rekor lama, minggu sekarang jauh lebih baik. Kenapa?

Itu yang saya sebut sebagai Power of Hibernation. Dalam berlari kali ini, saya baru menyadari bahwa saya baru menerapkan strategi pitstop yang baik. Dimana pitstop yang saya lakukan, adalah untuk sejenak mengendorkan otot yang sudah sangat lelah, dan meredakan frekuensi pernapasan, agar oksigen masuk kedalam paru paru dengan sempurna, dan mengendurkan urat syaraf yang penuh target, untuk sejenak, menurun pada kondisi stabil. Dan tahukah, tiap strategi pitstop yang saya lakukan, selalu diisi dengan target2an baru. Disetiap pitstop itu, saya menghibernasi semua komponen dalam tubuh untuk kemudian menyusun capaian lari saya berikutnya. Dan akhinya, saya bisa berlari lebih jauh dari minggu lalu, lebih panjang.

Hibernasi inilah kalau dalam hidup kita, seperti kita berlari kencang menuju cita cita. Kadang kita tidak selalu dengan rombongan besar, yang membuat kita kuat. Kadang dalam meraih cita2 itu kita berlari sendiri, dengan sedikit mencontoh team2 kecil diluar saya dalam meraih targetnya. Ya, kehidupan yang menggebu perlu, berlelah untuk mencapai hidup yang lebih itu wajib. Tapi disepanjang jalan perjuangan itu, kita perlu mengatur pola semangat kita agar hidup tidak menjadi tegang dan mudah patah. Berlari tanpa berhenti sejenak sama halnya mempercepat kita mengakhiri aktivitas lari kita, karena sudah capek yang super sekali.

Ya, begitulah, kita dalam meraih kehidupan baik yang disediakan oleh Tuhan semesta alam. Titik titik hibernasi, adalah titik kita bermunajat, merendahkan nada, penuh cinta, agar Allah berikan kita masa untuk berpikir, meminta padaNya, untuk dikuatkan dan ditunjukkan jalan yang harus ditempuh sehingga, jalan perjuangan ini berlangsung dalam waktu yang lebih lama, karena jalan ini emang jauh, bahkan ujungnya pun tidak terlihat, hingga nanti ujungnya ya bertemu dengan Yang Empunya alam semesta dan jiwa jiwa.

Perjalanan panjang untuk menjadi individu yang bermanfaat, dengan berbagai cara memerlukan tempat persinggahan yang satu sama lainnya terhubung, yang dengannya kita diberikan sejenak masa untuk berkontemplasi, merenung, untuk menyiapkan tenaga agar bisa melompat lebih tinggi, menginspirasi dan berbagi. Untuk kemudian mencapai target hidup disetiap titik pemberhentian hidup kita.

Kita tidak perlu dikenal, karena kadang kita inginnya kita dikenal dilangit sana. Tapi percayalah tulisan akan memiliki masanya sendiri. Untuk menemukan jalan baginya bertemu dengan orang yang haus akan dahaga inspirasi.

Jadi berhentilah sejenak kawan, karena jalan mu dan kita masih panjang, mari kita merendah serendah rendahnya, tidak kuasa suatu apapun karena yang kita punya hanya karena Dia menyanyangi kita saja. Kalau tidak apalah kita ini. Mari berhibernasi sejenak, untuk kembali membulatkan tekad menuju titik hibernasi berikutnya. Untuk kemudian bertemu dengan titik perberhentian selamanya. 

*dalam rangkaian syukur dipagi minggu yang mempesona…kyaaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s