Dibalik rintik rintik

Semalam Jakarta menumpahkan rasanya, menyemburkan semburat rintik rintik dari langit, jatuh menghujam atap dan tanah, membentuk dentang irama yang tidak mudah dikenal nadanya, membasahi dinding2 hati yang semakin kering.

Berbicara tentang hujan adalah tentang anugrah, tentang cinta dan kasih sayang dari Sang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, tentang rindu yang tak terperikan dari Sang Khalik pemilik segala.

Deruan hujan malam seolah berkisah bahwa setiap doa adalah menunggu masa, dan setiap masa adalah pemaknaan tentang syukur dan sabar, tentang hiba hati tatkala apa yang diminta tak langsung diberi, memberikan sebuah nilai ajar bahwa menunggu adalah seninya bersabar, menunggu adalah seninya bersyukur, dan jika masa sudah datang, maka yang tertinggal hanyalah senyum, yang bersemayam hanyalah bahagia, tatkala rintik itu menerpa, terjawablah semua, bahwa Allah menetapkan semuanya dengan presisi yang sangat menakjubkan, dengan akurasi yang sungguh tepat dan dengan durasi yang mantap.

Sementara disudut belahan bumi tertentu, masih ada yang tidak bisa memaknai ini semua. Larut dalam gersangnya hidup yang menjadi jadi, dalam kemarau panjang yang tak henti henti, sementara janji tentang hujan, telah ditetapkan dengan pas.

Pun ketika memaknai hidup, kering kerontang hidup berasal dari kekurang pemaknaan diri tentang sabar, tentang syukur dan tentang ikhtiar menjemput berkah. Banyak orang tidak puas dengan apa yang didapatkannya sekarang, sering menghujat Tuhan dan berputus asa. Padahal Allah sesuai dengan persangkaan makhluknya.

Banyak yang beranggapan, saya sudah melakukan ini, tapi kenapa yang saya dapat cuma ini, sedang fulan kayak gini, agamanya kurang, kok dikasih, kenapa nikmat itu tidak kesaya, kenapa dia? Itulah pertanyaan2 yang seolah menolak nikmat yang melekat pada diri mereka sekarang.

Orang orang seperti ini hanya melihat kisah sukses seorang dari kacamata hasil sekarang yang mereka saksikan, bahwa kepedihan disepanjang jalan bagi sipemilik nikmat, tidak pernah dilihat, perjuangan melawan keterpurukan mereka tidak pernah dicari tau, amalan kepada Allah yang mereka lakukan, tidak menjadi pengetahuan baginya. Yang diliat cuma hasil. HEY YOU, yang berpikiran seperti ini, segera taubat ya, dari pada makin hari kufur nikmat, sudahlah kita blammimg, gak dapet seperti orang yang kita iriin, eh malah dibenci ama Allah lagi, gila. Mau rugi berapa kali hidup kita.

Berdoalah untuk Allah pertemukan kita dengan ide ide yang tiba2 muncul dari berbagai peristiwa harian, dari siapapun disepanjang jalan perjuangan yang kita lewati, dikantor, dikampus, di pasar, disegala tempat dimana ide itu bersemayam dan mengendap, menunggu kita untuk menemukan dan memulai.

Ya memulai, mulailah, segera, saat ini, karena siapa tahu disepanjang proses nanti, ide emasnya ternyata terselip. Terus berdoa dan berharap, semoga kehidupan yang kita jalani bukan untuk kita saja, atau dilingkaran ring 1 kita aja, tapi jadikan diri kita akan meninggalkan legacy, bagi anak cucu kita.

Dan kadang, dan mungkin sering, apa yang kita impikan dan harapkan bisa saja belum terkabul dalam waktu dekat, bahkan didunia ini, tapi berharaplah dan yakinlah Allah menempatkan doa dan harapan tersebut disurganya. Dan dimasa hidup kita, kita disibukkan untuk berharap dan berdoa, mendekat, untuk kemudian menjadi janji bahwa Allah menggantinya di kehidupan berikutnya. Dari pada kita disibukkan dengan dunia yang senda gurau saja.

Ya, seperti hujan semalam, nikmatNya ditumpahkannnya kelak, tapi pasti.

*terus doakan orang yang menginspirasi kita, semoga kedepannya, kita yang akan menginspirasi, karena doa kita kepada orang lain, akan kembali kekita karena diaminkan oleh semesta.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s