Leader is an active person

Menyoal tentang memimpin, setelah berlalu masa 4 bulan bagi saya memimpin tax and accounting department di perusahaan ini. Pelajaran yang berkesan yang bisa ambil adalah leader should be active to manage their team, to decide something promptly but effective, protect their team and just being humour at the mean time and the last but yet important is being a counselour of the team.

Cukup banyak waktu tersita untuk meriviu kerjaan team bukan berarti hal tersebut menjadikan leader hanya duduk manis dikursinya untuk menyelesaikan pekejaan tersebut. Kadang situasi perusahaan tidak selamanya lancar, ada saja ombang ambing harian yang membuat kita harus tanggap, solutif dan helpfull.

Pada kenyataannya, tidak semua permasalahan harian akan bisa diputuskan dengan cepat dan tepat, kadang ada eksternal faktor yang hal tersebut uncontrollable buat leader, he need to keep in touch with the team, pada tahap dasar adalah bertanya, setelah itu team akan menyampikan keluhan, bahkan ada anggota team yang bertanya, curhat, untuk sekedar mendapat support dari seorang leadernya.

Menjadi tempat curhat bagi staff terkait kerjaan adalah salah satu unstated jobdesc dari seorang leader, dan pada sesi tersebut, secara alam bawah sadar, akan mampu menilai bahwa leader ini kemampuan nya sampai sejauh mana dan solusi yang ditawarkan sudah cukup sesuai dengan ekspektasi dari anggota team.

Menyoal tentang protective, ditengah operasional harian pasti ada aja departemen yang mengusik departemen kita, minta ini dan itu, perlakuan invoice, faktur pajak, dll, ataupun dari customer yang minta aneh2, kita sebagai leader harus bisa menjadi benteng, apa sebab, karena team kita sudah terlalu sibuk untuk mengurusi hal harian, dengan flow yang biasa dilakukan, jika ditambah dengan semisal perlakuan yang berbeda dari biasanya untuk mengakomodir departemen lain atau costumer yang nyeleneh, bisa dipastikan pekerjaan harian dan targetan bisa tidak tercapai. Nah protective disini adalah bagaimana cara kita sebagai leader bisa berargumen, dan tidak mengikuti permintaan aneh2 dari pihak eksternal, karena kita tahu yang benar adalah apa yang kita lakukan selama ini. Hal ini tentu saja dimata team adalah suatu nilai tersenderi, karena leader mereka bisa menjadi pelindung.

Menjadi leader adalah sebuah capaian yang tidak semua orang bisa mendapatkannya, jadi sembari menggali lebih banyak pelajaran, menjadi leader pemula dalam real bisnis seperti saya ini adalah ibarat menapak jalan untuk menggapai legacy, pengakuan.

*siang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s