Media

Kebutuhan akan informasi, bagi sebagian kita hanyalah pengisi waktu disela rutinitas yang padat, browsing melalui gadget mini, klik link tertentu yang bermuat berita sesuai selera, kadang random, iseng2, klik judul tulisan, maka dapatlah kita bahan bacaan. Atau bahkan, kita memang ingin tahu tentang suatu informasi, apakah itu informasi yang hanya sepenggal kita dengar dari berita di TV, penggalan berita di media massa, portal berita online, dan banyak sumber lainnya, yang pada akhirnya kita tahu, kita masukkan dalam pikiran kita, dan kita tentu tidak lepas begitu saja, dari penggalan yang setengah itu, kita klarifikasilah melalui dewanya informasi, mbah gugel.

Tapi itu iya, kalau kita mau mengklarifikasi, mencari sumber yang tepat, yang bisa kita tebak dari naluri pikiran kita. Mana yang sepenuhnya benar dan mana yang plintiran dari media2 yang pengggal memenggal berita, tapi kalau kita mau mencari tahu, klo tidak, jadilah kita menjadi mangsa bagi berita yang absurd dan jauh dari kesan benar, karena kadang banyak media, dan bahkan memang seperti itu, working by purposing, ada tangan2 jahil dibelakang berita tersebut, sehingga mengaburkan jatidiri kebenaran bahkan menghilangkan sekaligus. Inilah sentimen media yang berlaku saat ini. Tidak bertanggung jawab bukan.

Nah, naluri pikiran yang mengatakan berita ini bohong dan fitnah, atau berita ini benar memang berasal dari pengetahuan yang sudah kita pupuk sejak awal. Kita punya bahan bacaan, ataupun kita punya standar bacaan berita yang menjadi pegangan, ini memang butuh klarifikasi kita, tidak menerima dengan jadi apa yang disampaikan berita. Tapi sayangnya kita banyak seperti itu, baca media yang tidak netral, penuh kebohongan, lalu berlagak sudah tahu segalanya, masuk forum dan menegakkan kebohongan yang dianggap benar, yang pada dasarnya, tidak proses klarifikasi terhadap hal itu.

Banyak sekali kita temui orang seperti ini, dan parahnya selingkaran mereka juga pemikiran seperti itu, jadilah informasi ini menjadi kebenaran bersama, dan yang berbeda adalah salah.

Media memang memberi andil terhadap bagaimana seseorang memandang benar atau salah suatu hal. Media juga bisa memicu banyak tabrakan pemikiran, tabrakan kebenaran, dan tabrakan fakta. Kalau kita mau bebas dari suatu judging yang sifatnya prematur terhadap kebenaran suatu berita, maka kita perlu untuk menambah referensi bacaan kita, tidak hanya pembaca amatiran yang bersumberkan pada media2 online yang ngehits seperti de***k.com ataupun me****.tv, karena kalau saya bisa berpendapat, berita mereka sangat mentah untuk beberapa kasus yang sensitif, yang lagi hot terkait Indonesia ataupun lainnya. Bahkan cenderung explosif untuk mengaburkan kebenaran yang ada.

Jadilah kritis karena dunia media penuh dengan labiran ketidakbenaran, yang pada akhirnya, membuat kita sadar bahwa yang baik dan yang bathil selalu akan berperang dimanapun tempatnya.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s