Apa?

Kita lihat, bahwa semakin banyak orang yang berpendidikan, semakin bervariasi lah pola pikir dan pandangan soal politik, naluri dan skema model pemimpin pilihan untuk memimpin Indonesia. Dan ini semestinya menjadikan Indonesia akan lebih baik.

Menyoal tentang pendidikan, adalah benar pendidikan Indonesia jauh dari kata merata, bahkan di pulau jawa yang harusnya dekat dengan pusat2 peradaban Indonesia, logikanya lebih merata, tapi ternyata tidak. Banyak sekali orang generasi sebelum sekarang yang tidak memiliki strata pendidikan yang baik, hal ini berakibat melahirkan akumulasi generasi yang tidak berpendidikan selanjutnya, yaitu anak2 mereka. Dan lebih bahaya lagi, populasi dipulau ini adalah yang paling besar, makanya ada lelucon, kalaulah seorang calon presiden sudah memenangkan suara dipulau jawa, dapat dipastikan he is president.

Tapi ini serasa tidak adil, seperti ada suatu mekanisme yang sistematis untuk menjadikan sebagian warga negara Indonesia pemilih ini, dibuat tidak berpendidikan, dan dalam keadaan hidup miskin. Padahal 2 hal itu adalah kewajiban pemerintah untuk mengentaskannya, selain kesadaran yang muncul dari masyarakat itu sendiri. Namun adalah benar, kesadaran muncul karena dekat dengan sumber informasi, informasi yang dapat diterjemahkan dengan benar oleh daya pikir yang terdidik. Tapi dengan kurangnya pendidikan, masyarakat Indonesia kurang kapasitas untuk melakukan klarifikasi dan uji informasi. Bahkan lebih parah lagi kalau tidak ada klarifikasi sesuatu yang salah bisa menjadi kebenaran bersama.

Dan momentum itu pas mengena pada proses pemilihan kepala daerah atau bahkan presiden yang mengangkat tema pemilihan langsung. Orang dengan pemikiran kurang terdidik dan kurang mampu, akan memilih dengan pertimbangan emosional dan politik uang saja. Ketika calon mereka dianggap ndeso, dalam alam bawah sadar mereka mengatakan bahwa, ya doi sama kayak saya, dia adalah representasi dari mereka, sehingga hal ini menyebabkan mereka memilih orang2 seperti ini, padahal belum tentu si doi mampu. Dan yang lebih kita takutkan sebenarnya adalah orang2 yang membonceng dibelakang orang ini, yang hanya ingin merealisasikan agenda2 pribadi dan komunitas mereka untuk Indonesia.

Belum lagi kita lihat pendidikan di daerah tertinggal diluar jawa, lebih parah lagi swing voternya. Lebih emosional lagi, tapi di Sumatera Barat, pola pikir orang disana lebih didepan, karena pendidikan dan kesejahteraan.

Yang lebih kita takutkan adalah generasi2 pemilih pemula, mereka yang sangat kental dengan dunia digital, adalah mangsanya informasi2 yang tidak benar. Generasi sekarang adalah generasi instan yang kurang menikmati perjuangan untuk mendapatkan informasi, karena orang jaman dulu, dengan komunikasi yang terbatas dan media yang terbatas juga, benar2 mendapatkan informasi dari sumber yang terseleksi dengan benar, sementara dengan dunia digital sekarang, informas bias dan tidak benar, seolah2 bisa menjadi benar bila dikemas dengan apik, dan ini benar2 terjadi.

Tak ayal, generasi saat ini generasi digital yang mengandalkan media sosial tanpa proses crosschek akan sangat berbahaya bagi kesempatan orang baik indonesia untuk memimpin. Karena nyatanya, agenda orang2 jahat yang terselubung dan sistematis, akan menang dibandingkan orang benar yang kurang daya support. Apalagi golongan yang mementingkan pribadi dan golongan tersebut adalah orang yang menguasai media, dan orang kaya semua.

Jadi yang kita takutkan adalah orang desa yang kurang berpendidikan dan bermental miskin yang hanya memilih dengan topeng emosional saja, serta generasi digital yang kurang mengolah data dan memakan mentah2 semua yang ada di media tersebut. Dan ketakutan kita akan semakin bertambah jika calon pemimpin Indonesia berwajah ndeso, serta mereka didukung oleh raksasa informasi yang hanya ingin menancapkan daya cengkramnya di tanah2 Indonesia, yang hanya untuk hegemoni kekayaan mereka. Kombinasi inilah yang akan menjadi pemangsa dari orang desa miskin tidak berpendidikan, dan generasi digital yang berpikir instan dan pendek.

Mari kita berdoa semoga rencana Allah akan lebih kuat dan pasti lebih kuat. Dan Indonesia menjadi negara yang makmur, sejahtera, adil dan beradab. Amin.

#dalam masa pemilihan serentak kepala daerah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s