Mencari

Usia akan terus berlanjut, masa akan terus berputar, menggerus setiap detik yang tersisa, menepikan setiap fragment dalam menit, ditinggal dibelakang dalam bingkai yang kita sebut sebagai memori.

Dalam usia yang makin terkikis oleh waktu, bagi semua laki laki pasti menimbulkan banyak pertanyaan terkait siapa pendamping hidup yang akan mengisi hari hari menjelang tua, menghabiskan sisa umur dengan dikarunia anak yang soleh dan sholehah, cantik dan tampan tingkah dan lakunya, serta pintar2 dalam berkarya. Menemani dalam perjalanan untuk menggapai keindahan hidup dunia dan akhirat.

Dan dalam masa pencarian itu, memang banyak godaan yang menghampiri, karena sabar dalam mencari adalah suatu nikmat yang sahdu, berhasil menaklukkan waktu itu untuk bertemu dengan dia yang entah siapa adalah seninya menunggu, sehingga tatkala bertemu, yang tertinggal adalah rasa sedu sedan, rasa syukur terdalam, dan tetesan air mata yang mengiringi sendu bahwa nikmat Allah itu adalah pasti, pertemuan itu sudah dijadwalkan dengan akurat.

Laki laki memang harus mencari dan menjemput si Dia yang menunggu dalam diam, menutup diri, karena dia hanya ingin suci untuk laki laki yang halal baginya dimasa depan.

Seninya menunggu adalah seni untuk mendekatkan diri pada Allah Azza Wa Jalla, pemilik hati dan jiwa, karena Dia yang menentukan semua.

Jadi jika boleh meminta, setiap laki laki ingin bertemu dengan dia yang teduh, rona yang menggambarkan kerendahan hati, ketaqwaan, sejuk dipandang mata, sehingga menambah puja puji atas Allah yang menciptakan sosok dia yang sesuai dengan gambaran yang hanya ada dalam hati dan pikiran, yang susah untuk dijelaskan dalam bait kata, yang hanya bisa diucapkan dalam doa saja.

Masa mencari dan menjemput si dia memang penuh tantangan keimanan, apalagi usia tidak bisa dinegosiasi untuk diperpanjang, dia akan terus bergerak, memantul, meresonansi, bebas, tanpa batasan.

Dan diusia yang saat ini, hanya bisa berdoa, dimudahkan dan disiapkan diri dalam segi apapun, untuk meminang si Dia yang entah dimana, karena mungkin si laki laki yang katrok, tidak pernah pacaran, dan tak tahu rasanya memiliki seorang kekasih, perlu masa untuk bersiap, dan berharap tak lebih lama lagi masa mencari dari usia sekarang.

Maka bersabar dan terus bergerak menjemput dia, sembari siapkan diri dengan segala perbekalannya adalah suatu keharusan.

Dan kadang sering meminta untuk diberikan yang sederhana saja, yang melihatnya akan merasakan apa yang dinamakan cinta, karena diri mungkin juga sederhana dan bukanlah siapa siapa.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s