Integritas

Integritas adalah sikap yang mengikuti nilai baik yang dianut oleh suatu kelompok atau komunitas ataupun nilai baik yang disepakati oleh manusia secara universal. Tulang punggung dari integritas adalah kejujuran. Jadi boleh disimpulkan bahwa premis jika seseorang tidak jujur artinya ia tidak memiliki integritas.

Dalam bekerja, kita mengenal teori agency, dimana kita sebagai pekerja mengabdi pada pemilik modal, kita adalah agen yang dipercaya oleh pemilik modal untuk mengelola aset mereka. Oleh karena itulah pemilik modal mengeluarkan sejumlah biaya untuk membayar kita, itulah yang dinamakan gaji.

Ketika kita sudah digaji, serta merta ada  2 nilai yang menjadi relevan dan akhirnya wajib diikuti, yaitu nilai universal dan kemudian nilai yang ditetapkan oleh pemilik modal.

Dualisme nilai inilah yang sering berbenturan satu sama lain. Kita sebagai agen yang lahir dari nilai universal, mau tidak mau ketika terikat dalam sebuah janji dengan pemilik modal, kita harus mengikuti nilai yang dimiliki oleh pemilik modal, nilai tersebut tercermin dalam setiap keputusan yang diambil.

Tidak jarang keputusan tersebut dibenturkan dengan nilai kejujuran yang telah kita anut selama ini, pada akhirnya inilah yang sering menimbulkan dilema.

Pandangan dari pemilik modal adalah bagaimana sedemikian biaya bisa ditekan seperti contoh pajak tahunan badan, dimana pajak ini adalah pajak yang memiliki pasal ketentuan yang sangat multiinterpretasi, debatable dan kalimatnya bersayap, sehingga masing2 perusahaan, meninterpretasikan pasal tersebut sesuai dengan tujuan mereka, yaitu membayar pajak badan sekecil mungkin. Sebagai agen kita tahu yang benar seperti apa, tapi pemilik modal bisa saja, maunya tetap bayar sekecil mungkin, jadilah kita harus mengutak atik data sehingga sesuai dengan keinginan sang pemilik modal.

Akhirnya,kita dibenturkan juga dengan nilai kejujuran yang tidak lain menggambarkan integritas seseorang.

Saya teringat perkataan dari Richard Branson, owner virgin group, bahwa kapitalisme sekarang sering menjadikan sebuah bisnis yang baik itu sebagai topeng, bisnis baik yang dijalankan dengan cara yang tidak baik, dan dalam buku nya screw business as usual, richard sangat menerapkan prinsip bisnis yang jujur dan sesuai aturan, ya dia bekerja dengan integritas adalah landasan utamanya. Karena kata dia menambahkan, bisnis yang dijalankan dengan baik, akan menghasilkan kinerja yang baik juga, dan manfaat yang baik juga untuk karyawan sebagai agen dan masyarakat pada umumnya.

Jadi integritas yang dilambangkan dengan kejujuran tersebut lebih mahal jika dibandingkan dengan senilai uang yang dibayarkan oleh pemilik modal. Dan jika suatu saat kita berada dalam dilema tersebut, pilihannya cuma 2, anda katakan tidak dan berusaha merubahnya dari dalam perusahaan, atau anda quit/keluar. Hanya itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s