Titik nol

Garis lintang dan bujur saya berada titik nol derjat, sekarang terasa semua berada pada titik itu.

Sabtu ini memang biasanya di kantor, setengah hari, memang masuk kerja di kantor saya. Dan ritme kerjanya juga tidak seketat weekdays biasa.

Sering mengisi disela waktu kerja untuk browsing tentang motivasi, apalagi kalau bukan motivasi untuk melanjutkan magister dibidang international finance dan accounting, sudah lama sekali mimpi ini terlelap dalam sunyi perjuangan untuk meraihnya. Pada titik nol inipun, setiap kali membaca sahabat2 yg berhasil melanjutkan studinya, semakin membuncahlah rasa ini. Namun setiap kali rasa ini membuncah, saat itu jugalah tersadar akan tanggung jawab yang masih diemban untuk mengabdi pada orang tua dan keluarga.

Ketakutan hanya karena usia sudah terus beranjak, dan takut disepanjang masa mengabdi ini, pelan2 rasa ini terkikis oleh kenyataan yang ada.

Dan sekarang pun terus berharap, Allah berikan jua keistiqomahan dalam niat, kelurusan dalam niat itu, bahwa keinginan itu bukan untuk gaya2an, bahwa cita2 itu merupakan rangkaian puzzle dari salah satu tiang kebangkitan bangsa yaitu pendidikan, dan hanya sejenak untuk terlahir sebagai manusia yang bisa berkontribusi untuk sesama, memperjuangkan golongan yang masih nestapa dibangsa ini. Dan pendidikan inilah kiranya nanti yang membawa pada masa untuk memiliki kuasa untuk membantu.

Ya, sekarang masih berada pada titik nol, dan hitungan pun dimulai….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s