Lena

Sejurus membuka lagi rangkaian waktu dalam timeline facebook yang sudah berdebu, sudah lama diam dalam sunyi, ibarat rumah yang dulu banyak cerita indah, sekarang tinggal tiang2 yang lapuk, rumah yang sudah tidak terawat.

Tahun2 dulu, banyak sekali nostalgia indah tentang nikmatnya prestasi, kebersamaan dalam suatu komunitas, capaian2 pribadi, setiap foto dalam frame tersebut, menceritakan kisah2nya sendiri.

Ada rasa membuncah, menyadari bahwa waktu setelah lulus dari universitas, adalah masa yang menguras tenaga, menguras waktu, menguras perhatian dan hingga akhirnya menggerus silaturrahim yang dulu nya terbentuk dalam komunitas.

Merasa lena, dengan perjuangan hidup yang sejauh ini tidaklah mudah, sehingga menarik semua perhatian yang tidak bersisa untuk yang lain.

Semakin hari, semakin merasa diri semakin sendiri, semakin introvert dan dunia luas ciptaan Allah, terasa semakin berbentuk kotak, dengan batasan disudut langit yang bergerak semakin kecil.

Tantangan dan cobaan hidup telah menggerus semangat, membuat frekuensinya naik turun, mencoba menyela rongga2 langit, untuk sekedar melihat cahaya yang walaupun agak memerihkan mata, tapi didalamnya mengandung tawa, kebebasan dan harapan.

Menjadi positif membutuhkan daya yang besar dan stabil, sementara negative akan menjadi parasit dan bakteri yang menghancurkan imunitas semangat.

Sekarang merasa lena, dan kadang timbul kecewa atas tapak ladam yang dipijak sejauh ini, tampak sedikit tidak beraturan dan ujungnya masih temaram.

Berharap Allah akan teteskan secercah cahaya dalam relung hati yang meredup perlahan. Yang dengan cahaya itu menyingkap tabir dari segala payah yang terasa, hanyalah tanda cinta dari-Nya, bahwa membuat diri ini selalu tersedu setiap mendendangkan doa, yang memang mungkin sejauh ini tidak inline dengan ketentuan-Nya, dan ikhtiar juga belum seirama, yang akhirnya semoga sang khalik menyukai penghibaan ini, meminta tak henti2, untuk diterima proposal hidup yang diajukan.

Semoga Allah membukakan jalan, yang tampaknya sejauh ini sudah mulai disingkap perlahan, tinggal beberapa langkah lagi, tak berapa lama lagi.

Jangan menyerah!!!

Dan mungkin Allah meminta untuk menjadi sederhana, agar pertanggungjawaban nanti akan sedikit lebih mudah, semoga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s