8 purnama

Terbangun di subuh dalam 2 hari ini, menemukan langit dunia yang sedang diwarnai oleh purnama bulat penuh. Purnama nampak sensasional, ia ibarat matahari kecil yang sinarnya jauh dari kata terang, sinarnya tempias layaknya warna obor api saat mengelilingi kampung untuk membangunkan warga di tahun tahun ramadhan dulu, dimasa kecil silam.

Dan setelah itu beberapa purnama terus berlalu, tapi apa yang terlihat sama, adalah purnama disudut langit itu selalu setia untuk menemani shubuh yang dingin dan sunyi. Sebuah nikmat yang luar biasa, diundang oleh Allah dalam jamuan shubuhnya yang menggetarkan. Nikmat yang sungguh tiada duanya.

Dihitung2, telah 8 purnama meninggalkan kota yang memberikan banyak makna hidup, hijrah diusia 19 tahun kala itu, menuntut ilmu dikota kembaran bukittingi, bandung selalu membuat suasana menjadi melankolis. Apalagi diiringi oleh lagunya kang abay, yang berjudul jodoh dunia akhirat, hahaha, ujung2nya itu.

Cukup lama menunggu dikedelapan purnama itu. Tapi entahlah, mungkin 8 purnama itu mungkin akan segera berakhir, dan di purnama ke 9, berharap akan menjadi sangat berbeda.

Tapi bisa juga diberi kesempatan untuk mengupgrade diri, sehingga dia yang menunggu dipurnama yang sama atau purnamanya lebih sedikit, berada dalam posisi yang pantas.

Lagi, ramadhan masih sangat dirindu, semoga sangat cukup untuk menjaga iman, atau bahkan menjadi booster iman dalam arah untuk kepantasan diri.

Dan yang paling penting, say Alhamdulillah Allahuakbar.

*dalam masa purnama yang mulai pudar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s