Engineer

Ketika menyingkap masa lalu, masa SMA di IV angkek canduang, sebuah SMA yang gak pelosok2 amat, dan gak dikota2 juga. Kalau secara nasional gak tau deh peringkat berapa, tapi kalau untuk sumatera barat ataupun kab.agam, SMA saya ini termasuk yang top (menurut saya). Dan secara overall, kalau untuk pendidikan ke universitas top di Indonesia, urang awak selalu “mamacik” dimanapun berada. (Klo saya mungkin mamacik saketek2, hehe).

Waktu SMA dulu, saya itu anak IPA, IPA banget malah, dan pelajaran yang paling disuka tentu saja, Fisika, setelah itu baru matematika dan biologi, lalu bagaimana dengan kimia? Wah nggak deh, gak suka, tapi nilai tetap okelah (gaya banget).

Ya saya sangat maniac dengan fisika, secara kakak2 sepupu saya pinter2, jadi saya gak boleh kalah juga. Buku karangan Yohanes Surya saya lahap dengan sangat enak, seru banget ngotak ngatik rumus fisika dan menemukan penyelesaian soalnya yang disoal itu cuma ditulis jawabannya, caranya, kita yang nyari. Sumpah seneng banget dengan fisika. Bahkan saking sukanya, saya berkesempatan untuk ikut training center fisika tingkat sumatera barat di padang untuk persiapan olimpiade sains nasional (OSN) fisika tingkat provinsi. Bener2 suka banget ama fisika. Sampai2 nanti kuliah maunya ngambil ITB atau gak UI, ambilnya teknik perminyakan atau teknik industri. Menjadi engineer sudah didepan mata saat itu.

Tapi entah alasan apa, dan mungkin saya tau alasannya, tapi cukup saya yang tau kenapa akhirnya memilih akuntansi unpad sebagai pilihan saya, dan jarum jam hidup sebagai mahasiswa pun berdentang. Ada perasaan sedih banget dulu, kenapa ngambil jurusan ini, padahal kesempatan didepan mata untuk menjadi engineer, setidaknya menjadi golongan pertama dalam strata pendidikan, yaitu teknik. Seperti zaman SMA dulu, yang namanya anak IPA tetap diatas anak IPS (walaupun ini gak bener banget) tapi emang anak IPA memiliki kesempatan yang lebih banyak untuk memilih jurusan apa, tidak seperti IPS yang hanya untuk bidang IPS, begitupun kuliah, anak teknik bisa saja dengan mudah masuk ke bidang2 sosial, tapi tidak dengan anak sosial, dan gak mungkin bisa membidangi pekerjaan anak teknik. Sedih emang waktu itu, tapi pilihan sudah diambil, dan its impossible to looking back. Tapi yang pasti, ketika melihat pelajaran anak2 teknik, bener2 kerinduan akan fisika itu semakin menajam. Waktu ikut lomba2, buku tebel banget karangan resnick, dilahap untuk persiapan. Tapi itu dulu, dan kerinduan itu pun terus disimpan.

Dan akhirnya, gayung pun bersambut, dan doapun diijabah, setelah hampir 5 tahun bekerja, akhirnya kerinduan akan fisika dan gesekan2 dengan ilmu itu kembali hadir. Alhamdulillah diterima di perusahaan yang concern dengan electrical. Sedikit banyak, irisan2 dengan pelajaran fisika dan juga direpresentasikan dalam akuntansi, merupakan suatu kombinasi yang parah banget cakepnya. Love this job so much, it would be incredible a head. Kuatkan hamba ya Rabb. Amin. 

Now, accountant to be engineer will be coming up. Bismillahirrahmanirrahim.

One thought on “Engineer

  1. Assalamualaikum,

    Thank you for everything Sir,
    Actually you’re more than a boss for us, you like a brother yeahh old brother offcourse (hahahaha)

    Have a better future Sir

    *I didnt write mssg privat because i dont have you pic num
    *I didnt write mssg in your socmed (again) because (maybe) you’re so close about that
    *And last , i wont speak with you like this because i know you’re never like to hear this hahaha

    Wassalamu’alaikum
    Goodluck in new journey boss 😁

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s