Happy saturday

Menyambut moment baru dalam hidup tentu banyak hal yang seliweran di kepala. Adalakalanya, pikiran diajak flashback kebelakang, mengenang masa lalu yang mungkin saja penuh keluh kesah, perlu perjuangan, dan pengharapan maksimal, sehingga rentang waktu kemudian merapatkan barisan, dan setiap titik moment itu melompat lompat, menuju masa sekarang, dan ya sekarang ada disini, setelah terkabul semua, lalu apa bukti penjagaan amanah tersebut, maka Sang Pemberi Amanah tentu akan melihat bukti tanda terimakasih, yang Dia pun tahu bahwa tanda tersebut tidak akan sebanding, maka dengan sikap ke-Maha Pemurah itulah, kita memang harus benar2 bisa teguh bahwa kita pribadi yang amanah. Namun tidak cukup sampai disitu, bentuk citarasa terimakasih itu akan nampak wujudnya ketika kita berani meluangkan porsi waktu untuk berzikir, baik ketika bersama dengan yang lain, apalagi dalam kesendirian.

Bahwa akan terasa lebih berat menjaga amanah ketika dalam kesendirian, disaat kita ditempat sepi, hanya kita dan Allah yang tau serta malaikat ratib dan atid, sungguh godaan musuh Allah sangat banyak, dan benteng iman harus dikuatkan dengan zikir kepada Allah. Menjaga diri dalam sendiri lebih berat, maka berkomunitaslah, rakit silaturrahim dengan orang lain, agar tidak sepi sendiri, yang akan membuka peluang bagi syetan untuk membisikkan kata2 sia2.

Moment kesendirian itulah yang terasa sekarang, ketika memutuskan hijrah, yang tidak hanya ingin hijrah dalam konteks tempat, tapi hijrah yang kaffah, hijrah yang menyeluruh, hijrah hati, pikiran, keimanan, menjadi lebih baik dan lebih baik. Maka akan sedikit mubazir ketika hijrah tersebut harus tercoreng dengan prilaku sia2. Menjaga diri dalam ketaatan padaNya, merupakan kunci kunci berhijrah. Dan hijrah adalah sarana menjaga ketaatan. Suatu hubungan timbal balik yang menyatu.

Begitu pun ketika Baginda Nabi Muhammada SAW, berhijrah untuk menjaga iman, bahwa perlu untuk berpindah dari tempat yang bisa menentramkan hati dan pikiran, sehinggalah Nabi pada saat itu berhijrah ke Yatsrib, yang kita kenal sekarang sebagai Madinah, yang mana tempat menetap sebelumnya yaitu Mekkah tidak lagi menjadi tempat yang menentramkan.

Jalan2 untuk menapaki jalan hijrah, haruslah diisi dengan keistiqomahan, agar jalan itu nampak bersih dan ujungnya pun nampak akan lebih bersinar, karena ujungnya adalah surga. Maka ampuni Hamba ya Rabb, jadikanlah iman, islam dan taqwa menjadi citarasa yang melekat dalam diri, keluarga, muslimin dan muslimat. Happy saturday from Batam.

*dua hari menuju hari pertama di tempat baru, suasana baru, mesjid baru dan keluarga baru, semoga Allah kuatkan. AMIN.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s