Malam cahaya

Sebenarnya matanya sudah ngantuk sekali, dan selimutpun sudah dilingkarkan ke badan, karena harusnya ia sudah tidur, karena besok adalah hari yang berharga baginya, hari dimana langkah into the top dimulai. Namun ada sesuatu yang membuatnya belum mau memejamkan matanya. Iya, karena dia bingung,  bagaimana menentukan bintang yang berkedip padanya, sementara dia tau, bahwa dia bukanlah siapa2 dan bukan apa2 juga. Bahkan mungkin dia tidak pernah menjadi benar2 menonjol, benar2 exist, benar2 keren, bener2 ada, sehingga apa alasannya ketika bintang menjadi layak dan pantas dan mau menyinari cahaya hanya kedia saja. Terlihat konyol.

Dia memang konyol, berharap pada bintang yang sudah jelas berada pada level yg sangat jauh diatas dia. Memang norak benar. Dia tau bahwa dia benar2 tidak pernah ada dalam kehidupan bintang itu, lalu apa yang harus membuatnya menatapkan sinar pada wajahnya. Terkesan sangat memaksa.

Tapi dia yakin, bahwa  kekuatan doa mungkin saja sedang merampungkin episodenya, dan malaikat2 mungkin saja ikut menjadi pendukung agar film ini segera ditayangkan. Dan iapun teringat dengan Ar Rum 21 serta mengaminkan dengan sangat dalam. (Bersambung)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s