Bedah : Langit biru

Kupandangi langit biru
Selalu, ada harapan disana
Aku mempunyai mimpi yang kuukir di langit itu

Aku tak takut bermimpi
Karena kupikir, buat apa Tuhan menciptakan akal
Jika tidak dipergunakan untuk berpikir tentang masa depan
Bermimpi, bukan berangan-angan
Menciptakan masa depan

Saat mimpiku melambung tinggi,
Pandangan ke depan sering kali mengaburkan arah
Terlalu banyak hal disana
Membuat harapan seperti menguap
Saat seperti itu langit biru selalu memberi pencerahan

Dimanakah Kau bersemayam Tuhan?
Kepada siapa lagi kugantungkan mimpi ini,
Jika bukan kepada Engkau yang mampu mengabulkan

Apakah di langit yang tanpa tiang itu Kau bersemayam?
Aku tau, Kau ada sangat dekat
Bahkan lebih dekat dari urat nadi ku
Tetapi diri yang lemah dan hina ini lah yang selalu menjauh dari Mu
Membuat mimpi dan harapan seakan tak bisa digapai

saya ingin membedah bagaimana perasaan si empunya tulisan ini, inisialnya hqn, entah bagaimana awalnya saya bisa menemukan blognya, sehingga saya minta izin untuk di share di blog saya, blognya jarang banget di update, padahal menurut saya tulisannya terstruktur dan tata bahasa serta lekukan kalimatnnya enak dibaca.

Si mbak ini pada saat itu lagi galau kayaknya, mungkin lagi dalam masa ujian kuliah, atau persiapan ujian, atau galau dengan cita2nya, banyak hal yang ingin dicapai tapi sepertinya belum terwujud, dan mungkin saja masih coba diwujudkan sampai sekarang. Terasa tulisan ini dari hati banget. Just say, semangat dek, i dont know you, but feels like i know you.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s