Prolog rasa

Banyak kutemui kertas narasi dalam dunia maya. Ada tentang cerita, prosa, tentang rupa2. Baitnya beberapa indah terbaca, lainnya hanya untuk lewat sementara, lalu hilang entah kemana.

Lain lagi dengan guratan ini, ia seperti meneduhkan, menjinakkan emosi2 liar, yang mencoba menerka rahasia. Membatasi imajinasi yang terkontaminasi dengan latah. Entahlah, sepertinya ketika tema itu menggema, semua sayup2 seirama. Apakah begitu sama?

Lalu, cobalah dipelajari lebih dalam, oh ternyata itu rupanya. Aduhai ada yang tertawa, ada yang menangis, ada yang berharap, dan ada juga yang diam saja.

Ah tampaknya tidak perlulah mengharu biru sebegitunya, narasi itu hanya sebuah fiksi. Bukan ilmu pasti kali bagi. Frekuensinya memang landai, tak terlalu susah untuk digapai, tapi jika terlalu sering, payah juga nanti.

Lalu kututup sedikit lembaran narasi pertama, mencoba menerka alurnya, eh, ternyata ini adalah kumpulan prolog rasa. Pantesan saja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s